ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Seperti sudah menjadi budaya bagi orang kebanyakan, apalagi di negara kita seperti ini, ulang tahun menjadi momen yang cukup menyenangkan untuk dirayakan bukan hanya bagi yang bertambah umur pada hari itu saja, akan tetapi juga yang merayakan seperti teman atau sanak saudara. Salah satu hal yang pasti diingat ketika ada seseorang yang berulang tahun pastilah traktir.
Traktir? Semua orang pasti akan menyukai dan merasa senang apabila mendapat traktiran dari orang lain. Terlebih yang mentraktir tersebut adalah teman terdekat sendiri. Makanan yang kita makan akan terasa jauh lebih nikmat apabila kita sedang ditraktir, betul?Didalam kehidupan sehari-hari mungkin kita seringkali bercanda dan bergurau kepada teman kita untuk meminta traktiran atas kenikmatan yang telah ia dapatkan. Disisi lain mungkin ada diantara kita yang sudah menjadi budaya untuk meminta traktiran kepada teman-teman kita.
Perlu digaris bawahi bahwasanya kebiasaan meminta-minta traktiran tersebut apalagi dengan cara memaksa. Terdapat beberapa hadits yang melarang kita untuk meminta-minta kepada sesama manusia, diantaranya: Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
Oleh karena itu hanya tiga orang yang diperkenankan boleh meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qobishoh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:
seseorang yang menanggung utang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,
seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup.
Sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044).
sumber: 9muslimiracle.blogspot.com
Traktir? Semua orang pasti akan menyukai dan merasa senang apabila mendapat traktiran dari orang lain. Terlebih yang mentraktir tersebut adalah teman terdekat sendiri. Makanan yang kita makan akan terasa jauh lebih nikmat apabila kita sedang ditraktir, betul?Didalam kehidupan sehari-hari mungkin kita seringkali bercanda dan bergurau kepada teman kita untuk meminta traktiran atas kenikmatan yang telah ia dapatkan. Disisi lain mungkin ada diantara kita yang sudah menjadi budaya untuk meminta traktiran kepada teman-teman kita.
Perlu digaris bawahi bahwasanya kebiasaan meminta-minta traktiran tersebut apalagi dengan cara memaksa. Terdapat beberapa hadits yang melarang kita untuk meminta-minta kepada sesama manusia, diantaranya: Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
Oleh karena itu hanya tiga orang yang diperkenankan boleh meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qobishoh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:
seseorang yang menanggung utang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,
seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup.
Sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044).
sumber: 9muslimiracle.blogspot.com

0 Response to "BAIKKAH BUDAYA MINTA TRAKTIRAN DALAM ISLAM?"
Posting Komentar