ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280

Mari membangun sikap optimis karena sikap optimis dapat memberikan optimis diri agar kita dapat menjalani hidup ini dengan berpikir akan optimis hidup Tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap pesimis Karena Tuhan menganugerahkan begitu banyak nikmat, rahmat dan rezeki bagi kita. Dengan nikmat yang diberikan Tuhan tersebut kita memiliki potensi besar untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui nikmat tersebut. Sehingga mereka terjebak dalam jeratak sikap pesimis. Lihatlah di sekeliling kita, betapa banyak orang yang mempunyai kekurangan dalam berbagai hal, tetapi dengan kesungguhan mereka mampu mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka mempunyai mimpi dan kemudian bekerja keras untuk mewujudkannya. Pesimisme muncul jika kita tidak mampu mengelola kemampuan kita, dan menyalahkan segala sesuatu jika impian itu tidak tercapai atau lingkungan kita tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Padahal inti dari semua itu ada dalam diri kita sendiri. Orang pesimis melihat segala sesuatu sebagai hambatan dan menjadi beban pikirannya. Hasilnya mereka takut untuk melangkah. Mereka takut jika yang mereka lakukan kandas di tengah jalan alias gagal. Padahal belum tentu hambatan-hambatan tersebut nyata. Terkadang apa yang kita takutkan hanya ada dalam pikiran saja. Untuk itu, sikap optimis harus kita tanamkan dalam diri kita, agar apa yang akan kita lakukan membawa jalan kesuksesan. Tanpa sikap optimis sulit bagi kita untuk mengarungi samudra kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan Untuk membangun sikap optimis, kita perlu memahami bahwa semua yang ada dalam diri kita ada manfaatnya. Pemahaman tersebut akan menunjukkan jalan keluar atas berbagai persoalan yang kita hadapi. Pemahaman itu akan membawa kita pada proses melakukan analisis mengenai kekuatan yang kita miliki dan bagaimana menggunakan kekuatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman akan kekuatan yang kita miliki menjadikan kita percaya diri untuk mulai melakukan sesuatu. Setiap orang diciptakan dengan kekuatan dan kelemahan masing- masing, memahami kekuatan dan kelemahan yang dimiliki akan menjadikan kita lebih mengenal mana yang bisa kita lakukan dan mana yang tidak bisa dilakukan. Hal itu juga menjadikan kita mengetahui secara lebih pasti di bidang apa yang sesuai dengan kemampuan kita. Sehingga kita bisa unggul ketika bekerja di bidang tersebut. Selain itu, kita perlu menanamkan keyakinan pada diri kita, bahwa jika orang lain bisa melakukan sesuatu, kita juga bisa melakukan hal yang sama, mereka makan nasi, begitu juga kita. Setiap orang pada dasarnya mempunyai kesempatan yang sama, yang membedakan adalah keberanian untuk mengambil kesempatan yang dimilikinya. Ada orang yang berani mengambil kesempatan yang dimilikinya, karena mereka percaya dengan kemampuan yang dimilikinya. Dilain pihak ada orang yang tidak berani mengambil keempatan yang ada karena tidak mempunyai kepercayaan diri bahwa ia mampu melakukan hal tesebut. Jika kita tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata, maka jangan pernah merendahkan kemampuan kita sendiri. Salah satu kecenderungan negatif yang sering dilakukan seseorang adalah apa yang disebut sebagai ‘under estimate’ (meremehkan, merendahkan) kekuatan yang dimilikinya. Akhirnya hal itu menimbulkan rasa rendah diri yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan.Contoh yang sering terjadi adalah pada saat kita ingin melakukan sesuatu, diawal kita sudah merasa takut dan tidak berani melakukannya. Hal ini bisa terjadi karena adanya berbagai faktor, misalnya, merasa belum cukup umur, tidak berbakat, tidak berpengalaman, takut tidak bisa, atau takut mengecewakan, dan berbagai ketakutan lain yang sifatnya merendahkan diri. Pikiran semacam itu menjadi belenggu bagi diri sendiri. Belenggu yang menutup mata kita sehingga kita tidak mengetahui bahwa peluang besar sudah ada di depan mata. Kemauan dan kemampuan yang sudah ada pada diri sendiri terhambat oleh pemikiran sempit yang celakanya ditimbulkan oleh diri sendiri. Belenggu pemikiran semacam ini harus terlebih dahulu di bumi hanguskan dalam diri kita. Dihilangkan jauh-jauh dari Pikiran kita, sehingga potensi dan kesempatan yang sudah terbuka di depan mata bisa kita manfaatkan secara maksimal. Untuk menghilangkan belenggu tersebut kincinya adalah jangan pernah menyerah. Jangan Pernah Menyerah Apapun persoalan yang menimpa kita harus kita hadapi. Jangan pernah menyerah, karena akan selalu ada harapan Hidup ini akan selalu menghadapi berbagai persoalan yang terkadang datang silih berganti hingga suau saat mungkin kita merasa berada pada satu titik dimana kita tidak bisa lagi menghadapi beban persoalan tersebut. Terkadang di saat kritis tersebut kita menghadapi dilemma besar. Sebuah pertanyaan muncul di hadapan kita, bisakah kita bertahan? Haruskah kita menyerah? Dalam kondisi semacam ini, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah “melawan” semua kemungkinan yang membuat kita menyerah. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita akan melakukan usaha sampai batas akhir dimana kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Biasanya orang yang dalam keadaan terdesak akan mampu mengeluarkan potensi dan kekuatan jauh lebih dahsyat dibandingkan saat ia dalam keadaan normal. Artinya, sebenarnyajika hal itu ia lakukan dalam keadaan sadar, ia juga bisa melakukan hal yang sama. la bisa menarik kekuatan dirinya sampai batas yang paling memungkinkan. Orang yang dikejar anjing misalnya, terkadang bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Dimana semua itu tidak pernah terpikirkan olehnya. Rasa takut dikejar anjing telah memicu gerak refleknya, sehingga ia bisa berlari sekencang-kencangnya atau melewati pagar yang tinggi, meloncati parit, berenang disungai, atau melakukan berbagai hal lain yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. Contoh di atas mengisaratkan kepada kita bahwa, sesungguhnya ketika ada dorongan kuat dalam diri kita, maka kita bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Dorongan kuat dalam diri kita memperkuat konsentrasi dan mengumpulkan potensi yang ada dalam diri untuk melakukan berbagai hal yang terkadang tidak mungkin dilakukan sebeiumnya. Ketika kita mendapatkan suatu prestasi, baik kecil maupun besar, maka syukurilah dan nikmatilah. Karena prestasi semacam itu akan memberikan gambaran bahwa kita pun bisa melakukan sesuatu jika kita berusaha dengan keras. Gambaran semacam itu akan memberikan kekuatan untuk melakukan kerja dan karya yang lebih besar lagi. Begitu juga seterusnya, kita akan berusaha keras untuk menorehkan pretasi-pretasi baru. Semakin banyak prestasi yang kita dapatkan semakin besar kualitas dan kuantitas yang kita miliki. Harus disadari pula bahwa kepercayaan diri yang tinggi merupakan dua Sisi pedang yang saling terkait. Disatu Sisi kepercayaan diri yang tinggi akan sangat membantu seseorang dalam mengembangkan diri dan belajar dari lingkungannya secara cepat. Di Sisi lain harus dijaga agar kepercayaan diri yang tinggi ini tidak mengarah kepada sebuah kesombongan. Jika kepercayaan diri mampu mendorong terciptanya proses pengembangan diri secara lebih baik, hal itu menjadi nilai positif yang harus dikembangkan. Tapi, kita juga perlu berhati-hati agar kepercayaan diri yang tinggi itu tidak mengarahkan kita pada kesombongan. Jika kita terjerat dalam kesombongan, maka kita akan sulit untuk memperbaiki diri ketika ada kekurangan atau kesalahan. Pradipta Sarastika
http://www.checkouthungerok.org/
http://www.checkouthungerok.org/2014/11/optimis.html
Cerita Motivasi
ADSENSE 336 x 280
dan
ADSENSE Link Ads 200 x 90
0 Response to "TAHUKAH KAMU? PESIMIS PENYEBAB KEMATIAN"
Posting Komentar